Senin, 31 Oktober 2011

Widuri [chord]


Dm                              Em                   Dm                  C
Di suatu senja di musim yang lalu, ketika itu hujan rintik
Dm                              Em                   F                                  G
Terpukau aku menatap wajahmu, diremang cahaya sinar pelangi
Am                                           Em                   F                                  G
Lalu engkau tersenyum, ku menyesali diri, tak tahu apakah arti senyummu
Dm                              Em                   Dm                  C
Demi mengusap titik air mata, engkau bisikkan deritamu
Dm                              Em                   F                      G
Tersentuh hati dalam keharuan, setelah tahu apa yang terjadi
Am                                           Em                   F                                  G
Sekian lamanya engkau, hidup seorang diri, kuingin membalut luka hatimu
C                                 Dm
Widuri … elok bagai rembulan … oh sayang
G                                 C
Widuri … indah bagai lukisan … oh sayang
C                                 Dm
Widuri … bukalah pintu hati untukku …
G                                 C
Widuri … ku akan menyayangi …

Sabtu, 29 Oktober 2011

Lavina - Pilihan Hatiku (Lyrics)

Berdiriku disini hanya untukmu
Dan yakinkan ku untuk memilihmu
[*]
Dalam hati kecil ku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu
[**]
Aku ‘kan ada untuk dirimu
Dan bertahan untukmu
[***]
Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah yang hanya untukku
Tertulis indah puisi cinta dalam hatiku
Dan aku yakin kau memanglah pilihan hatiku
Back to [*][**]
Back to [***] 2x
Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah yang hanya untukku
Tertulis puisi cinta dalam hatiku
Dan aku yakin kau memanglah pilihan hatiku

Selasa, 04 Oktober 2011

MELAMUN DI TENGAH MALAM ( DIA YANG MERASAKAN )


Di malam yang larut dalam kehampaan.


Aku terdiam sambil menatap indahnya dunia, gemerlap bintang bersinar dan aku terkejut ketika suara guntur terdengar masuk kedalam gendang telinga langit tiba-tiba menjadi gelap, bulan tertutup awan yang mendung. Dengan seketika aku melamun di tengah larutnya malam dan mempunyai bayangan dengan pemikiran yang kurang logis.


” Seseorang berjalan di tengah malam tanpa membawa perbekalan, perjalanan jauh entah mau kemana. Melewati hutan yang penuh dengan kegelapan dan merasakan sunyi dan hampanya kehidupan. Sesampainya di tengah hutan yang gelap tanpa disinari oleh bintang dan bulan, suara guntur mulai terdengar menyambar pepohonan di hutan hujanpun turun tetes demi tetes. Mencari tempat berteduh ia pun lari kebingungan, hujan mulai deras dan merasakan hujan dengan ketidak tanpaan orang lain yang dapat mendapinginya, berlari dan terus berlari sedang mencari tempat berteduh, tepat di bawah pohon yang rindang ia terdiam dengan disirami rintik tetesan hujan yang begitu sedikitnya, duduk bersandar dengan pepohonan yang rindang dan lebat daunnya, merasakan terus betapa semangatnya hujan yang turun dengan deras. Suara guntur terdengar lebih keras rintikan hujan semakin deras mengingat pohon yang rindang yang tak bisa menahan banyaknya tetesan hujan yang begitu lebat. Dia kembali berdiri dan meneruskan perjalanannya yang tak tentu arah, menggenggam semangatnya dengan penuh keindahan pemikiran. Jalan tertahan langkah demi langkah melihat ke segala arah dengan adanya pohon yang berbaris, dia dengan perasaannya yang begitu besar akan kegembiraan dan kesedihan, berteriak dengan suara lantang ’ DIMANA AKU !! ’. Rasa bimbang dan ragu mendatang serta menghantui perasaan hati. Bulan tertutup awan dan menjadi gelap suara hati dan telinga terhenti, dengan memejamkan kedua belah mata yang memberikan rasa semangat semakin semerbak di dalam hati. Ketika mata mulai terbuka, suara hujan dan gelapnya malam dirasakan dengan penuh rasa yang tidak tentu arah keberadaannya. Mulai menyongsongnya hutan yang terlihat jelas di sekitarnya, dia berlari menuju arah yang ditentukannya rasa hati yang benar ataukah salah. Menemukan sebuah cahaya yang berada jauh sekali dari arah yang ia tuju, dan ditujukannya dia ke arah cahaya itu, menyongsong ke depan untuk menggapai cahaya sebagai tempat berteduhnya. Hentakan larian terdengar dengan jelasnya, dan dihentaknya sebuah pohon tumbang yang berada jelas di bawahnya, dia terjatuh dengan uluran tangan menuju cahaya dan digapainya cahaya itu dengan kehampaan yang mendalam. Cahaya menjadi gelap, suara tak terdengar, suara hati tak berbicara, semua terdiam tanpa harus memikirkan apapun. Tergeletaklah dia di atas pohon yang tumbal itu.

..........

Dan mulai membukanya mata terlihat jelas cahaya yang digapainya, bersandar di tempat tidur yang begitu sederhana dia merasakannya. Suara apapun tidak terdengar lagi, sepi sunyi rasanya. Terbangun dari tidurnya masih berada di tepi hutan di dalam sebuah gubug kecil dengan atap jerami yang bolong-bolong, dia rasakan cahaya berkelap-kelip setelah hujan berhenti. Bintang kembali bersinar dengan penuh cahaya, bulatnya bulan, indahnya bintang, dan sunyinya suasana. ”


Bayanganku sekarang sudahlah hilang dan aku berpikir, betapa sedihnya dia. Menguaplah sudah aku di tengah malam tertanda waktu untuk segera tertidur, berakhirlah sudah bayangan di saat aku melamun.


Aku bangun tidur di pagi yang cerah, aku berbicara ” Mimpi apa aku semalam ? ” Jarang sekali aku bermimpi di dalam tidur, aku berpikir lagi ternyata itu hanyalah bayangan di saat aku melamun, bukanlah mimpi. Demikianlah aku memikirkan dia.

TUGAS CERPEN SMP KELAS VIII
- Yudistiro Adi Nugroho - 88 (2007)